Rabu, 09 April 2014

Materi Kuliah: Biologi, Organ Indera

Teman-teman, aq dulu pernah dapat matkul biologi umum,
Masih inget aq dulu dpet bab "Organ Indera"..
Ini hasil tugasku disini

Semoga bermanfaat ya...

Menjadi Guru Fisika yang Baik: Manajemen Laboratorium

Bissmillah,

Teman-teman aku barusan dapet tugas Manajemen Laboratorium.
Alhamdulillah sudah selesai.
Bila teman-teman butuh referensi.
Silahkan download disini

Semoga bermanfaat ^^

Sherly, inget ini: Pentingnya Menjaga Makanan ^^

Diriku,, bukankah Islam meminta dirimu menjaga makananmu...

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (An Nahl : 114)

Ya, baiklah... Kamu sudah menghindari makanan haram. Semoga Allah senantiasa menjaga perut kita dari hal-hal yang haram.

Namun, dalam ayat Allah..  "yang halal lagi baik.." Allah meminta kita makan makanan yang baik. Tidak menyebabkan hal buruk dalam tubuh kita. Betapa sayangnya Allah kepada kita sehingga menginginkan menjadi manusia yang sehat.


*Allah meminta kita tidak berlebih-lebihan dalam makan

"..makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf : 31)"

Allah swt dan Rasulullah saw  melarang kita untuk berlebih-lebihan karena sifat tersebut adalah mubadzir dan akan merugikan diri kita. Kita juga dianjurkan cermat dalam kehidupan karena kita tidak dapat menduga keperluan di masa yang akan datang untuk keluarga. Adalah lebih baik kita berhati-hati dalam memenuhi tuntutan hidup.

* diserukan untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan karunia Allah agar supaya mereka tidak menjadi kufur.

“Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya.” (Saba’ : 15) 

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Ibrahim : 7)
 


Minggu, 06 April 2014

Memperbarui Komitmen Dakwah



Sesungguhnya, menapaki jalan dakwah merupakan sebuah pilihan dari berbagai jalan yang terbentung dalam kehidupan kita. Komitmen yang dibangun sejak awal kerap berhadapan dengan realitas yang berlangsung di jalan yang sangat panjang ini. Realitas interaksi dengan sesama aktivis dakwah dan karakteristik jalan dakwah, serta interaksi dengan objek dan mush dakwah.

Tidak kita mungkiri bahwa interaksi-interaksi tersebut mengisap energi aktivis dakwah, bukan hanya energi fisik, melainkan juga energi ruhiyah. Jika hal ini tidak diantisipasi dengan kekuatan tarbiyah dzatiyah, maka aktivis dakwah dapat mengalami kejenuhan dan kehilangan makna dakwah dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Karena itu perlahan-lahan, komitmen yang diikrarkan mengalami degradasi lalu memudar. Penurunan ini tampak pada melemahnya komitmen menghadiri liqa pekanan, tidak lagi produktif dalam kegiatan dakwah, dan enggan menghadiri acara yang diadakan oleh jamaah. Ditengah-tengah kesibukan berdakwah dan menumpuknya pekerjaan, kadang-kadang para aktivis dakwah lupa akan hakikat komitmen mereka terhadap dakwah. Kelalaian ini bisa berbentuk seringnya meninggalkan kewajiban dakwah dan menzalimi diri dengan tidak menyucikannya, tidak mendidiknya, tidak memantaunya, serta tidak mengevaluasinya.

kita harus bertanya kepada diri kita “Bagaimana komitmen saya terhadap dakwah? Atau apakah cukup hanya dengan bergabung dalam sebuah jamaah? Atau, apakah cukup hanya dengan memberikan sebagian harga? Ataukah, kita harus ikut bergerak berputar bersama dakwah?”
 
Dan masih banyak lagi pertanyaan yang harus dijawab oleh aktivis dakwah agar ia benar-benar mengetahui hakikat komitmennya terhadap dakwah. Bergabung dengan pergerakan dakwah menuntut pelakunya selalu meluruskan dan memperbaiki komitmennya dari waktu ke waktu hingga ia tidak merasa terbelenggu oleh hawa nafsunya dan agar selalu ingat bahwa ia terikat erat dengan prinsip-prinsip dan anggaran rumah tangga dalam jamaah dakwah. Terlebih dakwah yang kita yakini adalah dakwah islamiyah yang bersumber dari Allah SWT dan memiliki aturan-aturan yang dibuat oleh yang Maha Kuasa, karena itulah, dakwah merupakan amanah yang harus ditunaikan dan ditepati.


Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya hanya sedikit aktivis dakwah yang berjatuhan ditengah jalan dan dakwah akan mampu berjalan merealisasikan tujuan-tujuannya dengan langkah yang pasti. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya hati akan menjadi bersih, akan akan bersatu dan sedikit orang yang mengedepankan akal dan memaksakan pendapatnya. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya akan tersebar sikap toleransi, saling mencintai,saling menguatkan dan barisan akan menjadi kuat ibarat bangunan yang kokoh, sebagian menguatkan sebagian yang lain. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya para aktivis dakwah akan memiliki sikap yang sama dimanapun posisinya, baik di depan maupun di belakang, menjadi pemimpin yang ditaati atau menjadi prajurit yang tersembunyi di belakang.


Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya aktivis akan berlapang dada dalam menyikapi kekeliruan saudaranya, tidak ada dengki dan permusuhan. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya akan tersebut sikap saling memaafkan, tidak ada dengki dan dendam, selalu terbuka dan berlapang dada. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya tidak ada kemalasan dalam menunaikan kewajiban dakwah. Bahkan para aktivis akan selalu berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan dan menggapai derajat yang tinggi.


Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya akan ada perhatian pada waktu. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia bagi aktivis dakwah, karena ia selalu berada dalam keadaan bermunajat kepada Rabbnya atau menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Atau ia sedang mendidik anak dan istrinya di rumah, atau sedang mengisi pengajian dan memberi peringatan kepada orang lain di masjid. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya akan ada perlombaan untuk menunaikan kewajiban membayar infaq dakwah dan tidak akan ditemui keraguan untuk itu. Semboyannya adalah “Apa yang ada ditangan kalian akan musnah, dan apa yang ada disisi Allah SWT akan kekal”.

Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya akan ada sikap selalu mendengar dan taat. Tidak ada keraguan apalagi berbangga diri dan memaksakan pendapat pribadi. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya akan ada pengorbanan yang besar untuk dakwah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan pengorbanan untuk pribadi dan hawa nafsu. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya akan ada kepercayaan dari prajurit terhadap pemimpinnya. Merekapun akan siap melaksanakan instruksi-instruksi yang diberikan pemimpin mereka.

Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya akan menangislah orang-orang yang tidak bisa melakukan kewajiban secara optimal. Dan akan bersemangatlah orang-orang yang telah bersungguh-sungguh untuk meraih pahala yang lebih banyak lagi.

Bagaimana kalau kita bertanya kepada diri kita “Bagaimana komitmen saya terhadap dakwah?” Tentunya, jawaban yang muncul ada dua, pertama, sebagian telah mengetahui hakikat komitmen mereka terhadap dakwah, telah berjalan di atas jalan yang penuh dengan petunjuk dan cahaya dan telah memiliki tujuan serta sasaran yang jelas hingga dapat berjalan dengan langkah yang nyata. Kedua sebagian yang lain belum mengetahui hakikat komitmen mereka terhadap dakwah. Mereka menyimpang dari jalan yang seharusnya dilalui. Mereka berjalan santai dan menyerah kepada realitas kehidupan. Mereka terpengaruh oleh orang sekitarnya dan tidak mampu mempengaruhinya. Oleh karena itu, keberadaan mereka semakin jauh dari realitas dakwah dan perilaku mereka semakin menyimpang dari arah kebijakan dakwah. Artinya, mereka lupa akan komitmen mereka terhadap dakwah. Atau dengan kata lain, mereka tidak menemukan jawaban-jawaban dari pertanyaan berikut dalam diri mereka.

- Mengapa anda percaya kepada dakwah?
- Apa peran anda di dalamnya?
- Bagaimana komitmen anda terhadap dakwah?

Ketika para aktivis dakwah melihat perjalanan semakin panjang, terkadang semangat mereka melemah, kekuatan mereka menurun, dan cita-cita mereka merendah lambat laun, kewajiban-kewajiban dakwah dilupakan sehingga komitmennya terhadap dakwah semakin redup. Inilah yang menjadi harapan musuh-musuh dakwah. Mereka selalu menanamkan sikap putus asa dalam barisan para mujahidin dan membuat para aktivis seakan-akan memahat di atas air, sehingga para aktivis berjatuhan satu per satu atau minimal peran mereka semakin berkurang.

Ketika kita kembali kepada Muassis (pendiri) dakwah ini kita akan mendapatkan dalam kumpulan risalahnya (risalah pergerakan) sentuhan yang akan membangkitkan semangat baru meninggikan cita-cita dan memperkuat tekad serta memperbaruhi kembali komitmen kita terhadap dakwah.

Teringat kajian tadi pagi dengan tema "Urgensi Dakwah". 

Jangan terlalu sibuk mencari motivasi.. Langsung bergeraklah.. karena motivasi dan semangat akan datang seiring dengan gerak kita. Jangan takut.. Bumi ini milik Allah.. Allah akan menolong kita dan memudahkan urusan kita"

Semoga Allah SWT mengaruniakan kebenaran kepada kita, membuat kita mencintai keimanan dan menghiaskannya dalam hati kita. Juga membuat kita membenci kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan serta menjadikan kita orang-orang yang mengerti. Aamiin.

 

Kamis, 03 April 2014

Contoh Proyek Fisika: Suhu dan Kalor

Kompor Tenaga Matahari 

 

Bahan :
1. Kardus bekas
2. kertas timah/kertas emas/perak atau jika tidak ada ya kertas yang permukaannya mengkilap
3. Lem kertas. kalo tidak ada bisa diganti Butir nasi.. haha..

Alat :
1. Gunting
2. Pisau/cutter
3. Air dalam panci kecil (untuk dimasak nanti)

CARA:
1. Siapkan kardus bekas dan tempelkan kertas timah /perak tadi ke masing-masing bagian yang saya beri tanda A,B,C dan D. Lihat gambar 1 dibawah ini.



3. Jika ukuran kardus tidak sesuai, potonglah dan sesuaikan dengan prinsip pantulan sinar matahari dengan titik fokus pada tengah panci.

4. taruhlah kardus tenaga surya tersebut pada tempat terbuka yang terkena sinar matahari. Sebaiknya lihat gambar 2 berikut ini.



5. Masaklah air

Catatan : - perhatikan ke-Fokusan sinar pantul matahari
              - Jauhkan dari jangkauan Balita, karena kompor ini menyilaukan mata dan panas. Anda dapat memakai kaca mata hitam agar tidak silau saat memasak dengan kompor ini.


LAMPU BOTOL TENAGA MATAHARI

Meski lampu tersebut hanya bisa menyala selama matahari bersinar, artinya pada siang hari dan tidak tertutup mendung, setidaknya bagi masyarakat tidak mampu hal tersebut sudah sangat berarti. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya operasional dan pemeliharaan

Dengan memanfaatkan konsep ini anda sudah melakukan sesuatu yang baik untuk Bumi, yaitu pemanfaatan kembali botol plastik. Sudah saatnya pula Indonesia ikut memanfaatkan teknologi sederhana ini.

Bagaimana cara membuat lampunya?
Pertama-tama anda siapkan bahan-bahannya, yaitu:
  • Botol PET* bekas air mineral (penjelasan PET)
  • Plat logam yang biasanya digunakan untuk atap (biasa disebut "seng")
  • Lem silikon atau lem yang tahan panas dan cuaca
  • Bleach atau bahan yang digunakan untuk pemutih pakaian
  • Air murni atau air mineral
Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut:
Potong plat yang sudah anda siapkan tadi sekitar 9 x 10 inchi dengan gunting khusus untuk logam. Bahan ini bisa dengan mudah anda dapatkan di toko material. Alangkah lebih baik jika anda menggunakan plat bekas yang sudah tidak terpakai lagi. Jangan pernah memotong plat logam dengan kunting kertas, karena akan merusak gunting itu sendiri.
 
Buatlah 2 buah gambar lingkaran dengan perbedaan besar lingkaran sekitar 1-2cm. Ukuran lingkaran dalam kira-kira seukuran dengan diameter botol yang akan digunakan, karena nantinya botol akan dimasukkan ke lubang itu. Potong lingkaran pada sisi dalam. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar.
 
Setelah lingkaran bagian dalam terpotong, buatlah potongan-potongan keluar dengan jarak antar potongan sekitar 1cm. Dengan catatan tidak boleh melebihi garis terluar.




Amplas botol bekas air minum yang sudah anda siapkan. Jangan lupa untuk melepas labelnya. Alasan botol diamplas adalah agar mempermudah proses penempelan.








Masukan botol yang sudah diamplas tadi ke dalam lubang plat yang sudah anda siapkan dengan perbandingan 1/3 ukuran botol untuk sisi yang ada tutupnya (sisi bawah botol lebih masuk). Kemudian oleskan lem dikitar lubang. Oleskan pada dua sisinya agar kualitas daya rekatnya bagus dan terhindar dari kebocoran.




Setelah lem kering, langkah selanjutnya adalah isi botol dengan air mineral hingga hampir penuh kemudian tuangkan sekitar satu tutup botol bleach ke dalamnya.





Lampu botol anda sudah siap digunakan. Sekarang tinggal proses instalasinya. Lampu botol ini setara dengan lampu 55watt.









Untuk proses instalasinya fleksibel dan menurut kebutuhan dan kondisi ditempat anda. Yang harus anda lakukan secara garis besar adalah membuat lubang seukuran botol juga di bagian atap yang ingin dipasangi lampu ini.


Tempatkan perangkat lampu botol anda diatas atap berlubang tadi. Kemudian gunakan paku atau baut untuk mengencangkan sisi-sisi plat lampu botol dengan bagian atap anda.


 Langkah selanjutnya adalah memberi lem disekitar sambungan tadi, agar saat hujan turun air tidak masuk kesela-sela lubang atap anda. Pastikan semua tertutup rapat dengan lem.
Langkah terakhir adalah memberi lem pada tutup botol.










Demikianlah penerapan teknologi sederhana ramah lingkungan yang sudah menerangi jutaaan manusia. Sekarang giliran anda berbagi dengan orang-orang di sekitar anda supaya mereka mendapat penerangan juga tanpa harus memasang lampu dan menyalakan listrik di siang hari. Kita bisa lebih berhemat dan mengurangi emisi CO2.



http://alternatifmasadepanpras.blogspot.com/2013/04/cara-membuat-lampu-botol-tenaga-matahari.html
 


Penilaian: Tugas Proyek Siswa



Proyek adalah penugasan yang diberikan oleh guru berupa serangkaian kerja yang dikerjakan di luar waktu pembelajaran dan dalam waktu tertentu ( 6 minggu) -) bisa dipresentasikan saat pertemuan bagaimana perkembangannya. 

Manfaat:


  • ·         Memberi kesempatan siswa mengintegrasikan berbagai kompetensi bahkan kompetensi lintas kurikulum

  • ·         Mendorong sisiwa mencapai kompetensi yang bersifat prose dan aplikasi
  • ·         Mendorong siswa untuk bekerja secara kelompok di luar pengajaran
  • ·         Mendorong siswa peka terhadap permasalahan di masyarakat
  • ·         Membiasakan meneliti sejak dini
Kendala:
  • ·         Kurang sarana dan sumber acuan bagi guru
  • ·         Kurang kemampuan siswa dalam kerja ilmiah
  • ·         Memerlukan waktu yang cukup panjang
  • ·         Memerlukan biaya
Tips Memberi Proyek
  • ·         Mulai dengan proyek sederhana, Contoh 

Bagaimana mengelola proyek
  • ·         Menentukan kelompok
  • ·         Menentukan topic untuk tiap kelompok
  • ·         Menyusun jadwal
  • ·         Mengkomunikasikan hasil melalui pameran
  • ·         Melakukan penilaian
  • ·         Harus ada rubric untuk menilai
Tipe-tipe proyek IPA:

  • ·         Eksperimen: dimulai pertanyaan, hipotesis, menguji variable, merekam dat dan menganalisa hasil contoh: meneliti semut takut panas apda suhu berapa
  • ·         Inovasi: mendesain barang atau proses untuk memecahkan masalah tertentu, mencoba-coba, merekam data dan menganalisa hasil
  • ·         Kajian: dimulai dari pertanyaan, menyatakan hipotesis, pengamatan  di alam atau analisa data yang ada, meekam hasil dan menyimpulkan.
Bagaimana merangsang siswa melakukan proyek

  • ·         Menunjukan contoh pemenang lomba karya ilmiah
  • ·         Memasang berita-berita ilmiah di majalah dinding
  • ·         Membantu siswa menemukan sumber acuan
  • ·         Merangsang siswa membuat pertanyaan yang menantang

Hal-hal yang perlu diperhatikan:
  • ·         Keselamatan dan kesopanan. Pernah terjadi di amerika siswa SD mau mebuat proyek bom. Atau siswa meembuat penilaian hubungan guru killer dengan jumlah kumis.
  • ·         dukungan sumber acuan
  • ·         Pengelolalaan waktu dan jadwal
  • ·         Rubric penilaian
  • ·         Mengusulkan ikut olimpiade kalau hasil sangat baik

Indikator yang bisa dinilai:
  • ·         Keaslian
  • ·         Kreativitas
  • ·         Proses sains dan pemikiran sains
  • ·         Ketepatan data dan kesimpulan
  • ·         Tampilan laporan atau ppajangan
  • ·         Presentasi
Saran dosen saya:
  • ·         Untuk awal-awal beri judul dulu
  • ·         Kalau sudah terbiasa, maka minta mereka buat ide sendiri
  • ·         Maksimal semester 1 kali
  • ·         Tidak hanya sekedar membuat alat tapi juga kajian pustaka juga