Rabu, 29 Januari 2014

Kisah Pengangkatan dan Keteladanan Umar bin Abdul Aziz

Pengangkatan Umar bin Abdul Aziz

Khalifah Sulaiman wafat tahun 99H, Umar bin Abdul Aziz menshalatkan jenazahnya, tertulis dalam stempelnya, “Aku beriman kepada Allah dengan ikhlas.” (Siyar A’lam Nubala, 5: 11-12).

Ada beberapa riwayat tentang pengangkatan Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah. Di antara riwayat-riwayat tersebut adalah yang dikisahkan oleh Ibnu Sa’ad dalam ath-Thabaqat dari Suhail bin Abu Suhail, Aku ( Raja’ bin Haiwah - salah seorang penasihat khalifah )  memanggil Ka’ab bin Hamid al-Ansi, aku memintanya untuk mengumpulkan keluarga Amirul Mukminin, mereka pun berkumpul di masjid Dabiq, aku berkata kepada mereka, ‘Berbaiatlah kalian’. Mereka menjawab, ‘Kami telah berbaiat, sekarang berbaiat lagi?’ Aku berkata, ‘Ini adalah pesan Amirul Mukminin, berbaiatlah untuk mematuhi perintahnya, mengakui siapa yang disebutkan namanya dalam surat wasiat yang distempel ini’. Mereka pun satu per satu membaiat untuk kedua kalinya.”

Raja’ berkata, “Ketika mereka bersedia membaiat untuk kedua kalinya, maka aku yakin telah menata urusan ini sebaik mungkin, aku mengucapkan, ‘Jenguklah Khalifah Sulaiman, karena beliau telah wafat’. Mereka berkata, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun’. Kemudian aku membacakan isi surat wasiat Sulaiman, ketika aku menyebut nama Umar bin Abdul Aziz, Hisyam berkata, ‘Kami tidak akan membaiatnya selama-lamanya’. Raja’ mengatakan, ‘Demi Allah, aku akan memenggal lehermu, berdiri dan berbaiatlah’. Lalu Hisyam berdiri dengan “menyeret” kedua kakinya.

Raja’ melanjutkan, “Aku memegang pundak Umar bin Abdul Aziz, aku mendudukkannya di atas mimbar, sementara Umar bin Abdul Aziz mengucapkan, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun’. Ia menyesali apa yang didapatkannya. Sementara Hisyam juga mengucapkan ucapan yang sama karena bukan dia yang ditunjuk oleh Sulaiman bin Abdul Malik sebagai penggantinya. Hisyam bertemu Umar bin Abdul Aziz, dia berkata, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun’.

Karena kekhalifahan telah berpindah tangan dari anak-anak Abdul Malik kepada Umar bin Abdul Aziz. Maka Umar menjawab, ‘Ya, Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun’. Karena perkara itu sampai ke tangannya padahal dia tidak menyukainya.” (Tarikh ath-Thabari, 7: 445).
Abu al-Hasan an-Nadawi berkata tentang sikap Raja’, “Raja’ telah melakukan sebuah jasa besar yang tidak akan dilupakan oleh Islam. Aku tidak mengetahui seorang laki-laki dari kalangan sahabat raja dan orang-orangnya, yang bisa memberi manfaat (dengan kedekatan dan kedudukannya) seperti manfaat yang diberikan oleh Raja’. (Rijal al-Fikr wa ad-Da’wah, 1: 40).

Umar naik mimbar, dan dalam tatap muka pertama dengan rakyat, dia mengatakan, “Jamaah sekalian, sesungguhnya aku telah diuji dengan perkara ini, tanpa dimintai pendapat, tidak pernah ditanya dan tidak pula ada musyawarah dengan kaum muslimin. Aku telah membatalkan baiat untukku, sekarang pilihlah seseorang untuk memimpin kalian.” Orang-orang serentak menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, kami telah memilihmu, kami menerimamu, silahkan pimpin kami dengan kebaikan dan keberkahan.”

Pidato Khalifah Umar bin Abdul Aziz


 
Di saat itulah Umar merasa bahwa dirinya tidak mungkin menghindar dari tanggung jawa khalifah, maka Umar menambahkan kata-katanya untuk menjelaskan kebijakan-kebijakannya dalam menata umat Islam (Umar bin Abdul Aziz wa Siyasatuhu fi Radd al-Mazhalim, Hal: 102), “Amma ba’du, tidak ada lagi nabi setelah nabi kalian, tidak ada kitab selain kitab yang diturunkan kepadanya. Ketahuilah bahwa apa yang Allah halalkan adalah halal sampai hari kiamat. Aku bukanlah seorang hakim, aku hanyalah pelaksana, dan aku bukanlah pelaku bid’ah melainkan aku adalah pengikut sunnah. Tidak ada hak bagi siapapun untuk ditaati dalam kemaksiatan. Ketahuilah! Aku bukanlah orang yang terbaik di antara kalian, aku hanyalah seorang laki-laki bagian dari kalian, hanya saja Allah Subhanahu wa Ta’ala memberiku beban yang lebih berat dibanding kalian.
Kaum muslimin, siapa yang mendekat kepadaku, hendaknya dia mendekat dengan lima perkara, jika tidak, maka janganlah mendekat: Pertama, mengadukan hajat orang yang tidak kuasa untuk mengadukannya, kedua, membantuku dalam kebaikan sebatas kemampuannya, ketiga, menunjukkan jalan kebaikan kepadaku sebagaimana aku dituntut untuk meniti jalan tersebut, keempat, tidak melakukan ghibah terhadap rakyat, dan kelima, tidak menyangkalku dalam urusan yang bukan urusannya.
Aku berwasiat kepada kalian agar kalian bertakwa kepada Allah, karena takwa kepada Allah memberikan akibat yang baik dalam setiap hal, dan tidak ada kebaikan apabila tidak ada takwa. Beramallah untuk akhirat kalian, karena barangsiapa beramal untuk akhirat, niscaya Allah akan mencukupkan dunianya. Perbaikilah (jaga) rahasia (yang ada pada diri kalian), semoga Allah memperbaiki apa yang terlihat dari (amal perbuatan) kalian. Perbanyaklah mengingat kematian, bersiaplah dengan baik sebelum kematian itu menghampiri kalian, karena kematian adalah penghancur kenikmatan. Sesungguhnya umat ini tidak berselisih tentang Tuhannya, tidak tentang Nabinya, tidak tentang Kitabnya, akan tetapi umat ini berselisih karena dinar dan dirham. Sesungguhnya aku, demi Allah, tidak akan memberikan yang batil kepada seseorang dan tidak akan menghalangi hak seseorang.”

Kemudian Umar meninggikan suaranya agar orang-orang mendengar, “Jamaah sekalian, barangsiapa yang menaati Allah, maka dia wajib ditaati dan barangsiapa mendurhakai Allah, maka tidak wajib taat kepadanya dalam permasalahan tersebut. Taatilah aku selama aku (memerintahkan untuk) menaati Allah, namun jika (perintahku) mendurhakai-Nya, maka kalian tidak boleh taat dalam hal itu…” kemudian Umar turun dari mimbar.
Begitulah prosesi pengangkatan Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah umat Islam, salah seorang khalifah Daulah Umawiyah. Ia diangkat pada hari Jumat, 11 Shafar 99 H (al-Bidayah wa an-Nihayah, 12: 667).

 Keteladanan Umar bin Abdul Aziz




Seorang khalifah dari Bani Umayyah yang paling melarat. Beliau memerintah dengan adil selama sekitar 29 bulan. Pada masanya seluruh rakyatnya hidup makmur. Beliau wafat pada tahun 101 Hijriyah pada hari Jum'at di Hams dalam usia tiga puluh sembilan tahun enam bulan. Berikut ini saya kutipkan sebagian dari kisah kisah tersebut.
Kisah Tentang Pakaian Umar yang Hanya Satu.

Maslamah bin Abdul Malik mengisahkan:
Suatu hari saya masuk ke kamar Umar bin Abdul Aziz yang sedang sakit untuk menjenguknya. Saat itu, saya melihatnya memakai baju yang lusuh, maka akupun berkata kepada Fatimah (istrinya), "Hai Fatimah binti Abdul Malik... hai Fatimah, cucilah pakaian Amirul Mukminin ini." Fatimah menyahut, "Insya Allah kami akan melakukannya." Kemudian saya kembali, namum keadaan  pakaian tersebut masih tetap seperti semula. Maka akupun kembali berkata kepada Fatimah, "Hai Fatimah, bukankah aku sudah menyuruhmu untuk mencuci pakaian Amirul Mukminin? Sebab orang-orang akan menjenguknya." Fatimah menjawab, "Demi Allah, dia tidak mempunyai baju lagi selain itu."


Kisah Umar Bersama Salah Seorang Keluarganya Dalam Masalah Buah Apel dan Penyuapan.

Amir bin Muhajir mengisahkan bahwa suatu hari Umar bin Abdul Aziz ingin sekali makan apel. Lalu salah seorang lelaki dari anggota keluarganya menghadiahkan apel kepadanya. Umar berkata, "Betapa harum dan enaknya apel ini." Setelah itu, dia berkata, "Wahai pelayan, kembalikan apel itu kepada orang yang telah memberikannya dan sampaikan salam kepada tuanmu, katakan kepadanya: "Hadiahmu telah sampai kepadaku sebagaimana yang engkau inginkan.'"
Saya (Amir bin Muhajir) pun berkata, "Wahai Amirul Mukminin, yang memberikan ini adalah anak lelaki pamanmu yang adalah salah seorang lelaki dari keluargamu. Bukankah engkau juga sudah mendengar kalau Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam juga memakan hadiah yang diberikan kepadanya?"
Umar berkata, "Celaka kamu. Hadiah pada masa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam adalah memang benar benar hadiah, sedangkan hadiah pada hari ini bagi kami adalah penyuapan."

Kisah Orang Terkaya di Masa Kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz: Seorang anak lelaki Zaid bin Al Khathab mengisahkan:

Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah selama dua setengah tahun. Dia meninggal dunia disaat rakyat semua dalam keadaan sejahtera, sampai sampai saat seorang lelaki datang kepada kami untuk menyerahkan harta yang banyak dengan pesan, "Bagikan harta ini kepada orang yang kamu anggap miskin", maka kami tidak menemukannya. Dia terus menerus mencari orang miskin, namun tetap saja tidak menemukan sehingga dia kembali lagi sambil membawa hartanya.
Saat dia berniat memberikan hartanya kepada orang yang biasa membagikannya (amil zakat) kepada para fakir miskin, ternyata dia sudah tidak menemukannya sehingga diapun kembali sambil membawa harta yang ingin dia bagikan. Sungguh, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah membuat manusia merasa berkecukupan (menjadi kaya) melalui kekuasaan Umar bin Abdul Aziz.

Sejarah Hidup

Khalifah Umar bin Abdul Aziz hidup dalam kesederhaan yang amat sangat. Padahal beliau adalah seorang khalifah, amirul mukminin, seorang pemimpin negara dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas, tetapi kehidupannya sangat sederhana. Amat jarang pemimpin yang seperti ini. Saya pernah membaca pada sebuah harian ibu kota yang mengulas kehidupan seorang pemimpin di negara Amerika Latin. Wartawannya berdecak kagum dengan kesederhanaan pemimpin negara tersebut. Sayangnya dia tidak melihat kehidupan para pemimpin Islam yang adil seperti Umar bin Abdul Aziz. Bila dia melihatnya, tentu dia akan lebih berdecak kagum dengan kehidupan Umar bin Abdul Aziz. Seorang khalifah yang hanya mempunyai satu baju yang tidak bisa dicuci karena hanya itu yang dia punya. Kemudian beliau meninggalkan rakyatnya dalam keadaan berkecukupan hidup makmur. Seperti beliau lah seharusnya profil seorang pemimpin sejati. Ya Allah, semoga suatu saat akan lahir putera Islam yang memimpin dengan adil seperti Umar bin Abdul Aziz. Semoga ada anak cucu keturunan kita yang menjadi pemimpin yang adil. Semoga Allah mengabulkan do'a ini.

sumber: 
http://kisahmuslim.com/kisah-pengangkatan-umar-bin-abdul-aziz-menjadi-khalifah/ 
http://www.pmarrisalah.com/kisah-kisah-teladan-umar-bin-abdul-aziz.html
 



Selasa, 28 Januari 2014

Dakwah Fardiyah

Dakwah Fardiyah adalah dakwah dengan pendekatan personal atau pribadi kepada objek dakwah. Dakwah fardiyah hanyalah salah satu aspek dari sekian banyak aspek dalam berdakwah, seperti dakwah melalui tulisan, dakwah dengan ceramah, tabligh dan lain sebagainya.

Keungulan dakwah fardiyah dibandingkan dengan metode dakwah lainnya adalah dakwah dengan metode ini bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Hasilnya pun bisa lebih dipantau dan bisanya output yang dihasilkan jauh lebih berkualitas dibandingkan dakwah dengan metode lainnya.

Bagaimana selanjutnya tahap-tahap dakwah fardiyah itu? Dan apa-apa saja yang diperlukan di dalamnya?

Pertama, membina hubungan yang baik dengan objek dakwah. Membina hubungan yang baik dengan objek dakwah, merupaka tahapan yang paling menentukan. Karena disinilah akan tercipta keterikatan hati (taliful qulb) antara sang da’i dengan objek dakwahnya. Karena itulah tahap ini diletakkan pertama kali dalam tahapan dakwah fardiyah ini. Bila sudah tercipta keterikatan hati maka akan sangat mudah bagi kita “memasukkan” materi-materi atau nilai-nilai yang ingin kita dakwahi.

Kedua, membangkitkan keimanan yang mengendap dalam jiwa. Hal pertama kali yang terus ditanam oleh Nabi SAW kepada para sahabat adalah tauhidullah, keimanan yang kokoh kepada Allah. Tidak bergantung kepada selain Allah SWT. Hal ini bisa dilakukan dengan mengingatkan objek dakwah akan kebesaran dan nikmat-nikmat Allah yang bertebaran disekitarnya. Atau cara-cara lain yag sesuai dengan kondisi objek dakwah yang bersangkutan.

Ketiga, membantu memperbaiki keadaan dirinya dengan ibadah-ibadah yang diwajibkan. Selanjutnya, saat keimanan telah tumbuh, maka da’i harus mulai memperhatikan baik kuantitas maupun kualitas ibadah objek dakwahnya. Karena dengan ibadah-ibadah yang disyariatkan Islam inilah seseorang bisa semakin dekat kepada Rabbnya dan semakin memperkokoh keimanan yang telah mulai tumbuh. Perhatikan, masalah ibadah disini hanya menyangkut ibadah mahdah atau ibadah ritual bukan ibdah secara umum.

Keempat, menjelaskan tentang kesyumulan ibadah, bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada ritual-ritual shalat, puasa, zakat, dan haji saja. Akan tetapi aktivitas apapun yang dilakukan selama itu diniatkan karena Allah SWT, maka aktivitas tersebut adalah ibadah. Dengan demikian objek dakwah semakin merasa bahwa dirinya selalu diawasi oleh Allah SWT dan mulai merasakan lezatnya iman dan ibadah kepada Allah. Iman dan jiwanya menjadi hidup.

Kelima, menjelaskan kewajiban berdakwah kepada sesama muslim. Bahwa keberagamaan kita tidak cukup hanya dengan keislaman kita sendiri. Pada tahap inilah objek dakwah mulai berganti “status” menjadi subjek dakwah. Objek dakwah mulai dikenalkan bahwa berislam dan menjadi shaleh tidak cukup dinikmati sendiri. Tetapi Allah SWT telah memerintahkan kepada kita untuk berbuat amar makruf nahi munkar. Disini juga mulai dikenalkan mengenai urgensi berdakwah kepada objek dakwah.

Keenam, menjelaskan bahwa kewajiban diatas tidak mungkin dilaksanakan secara individu (Infiradhi) tetapi harus dilaksanakan secara kolektifitas berjamaah (Amal Jama’i). Setelah itu objek dakwah juga mulai diperkenalkan dengan amal jama’i. Bahwa beban dakwah ini tidak mungkin dapat dipikul seorang diri. Tidak mungkin seorang menjadi “superman” dakwah tetapi yang ada adalah “supertim” dakwah yang bekerja dalam keteraturan dan harmonisasi kerja.

Ketujuh, mengenalkan dengan jamaah mana ia harus bergabung dan memberikan kontribusinya untuk keberlangsungan dakwah Islam. Ada beberapa karakteriskitik jamaah yang pantas dan benar untuk kita memberikan afiliasi kita kepadanya diantaranya adalah jamaah yang megikuti manhaj (metode) Rasullullah dalam dakwahnya, yaitu mempersiapkan seorang muslim untuk memiliki akidah yang kokoh, ibadah yang benar dan akhlak yang mempesona.


Disamping itu jamaah tersebut haruslah mengambil islam secara utuh dan integral, tidak parsial atau setengah-setengah. Begitu pula dalam melaksanakan islam. Selain itu jamaah yang patut diikuti adalah jamaah yang terorganisir dengan baik. Program-programnya teratur dan terencana sehingga mungkin untuk dilaksanakan.

Dalam melakukan dakwah fardiyah, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan para pelaksana dakwah fardiyah. Pertama, harus dilakukan secara tertib dan berurutan. Menyalahi urutan tahapan dakwah, dapat menyebabkan penolakan objek dakwah terhadap pesan-pesan dakwah. Kedua, janganlah terburu-buru dan tergesa-gesa dengan ingin melihat hasil bukan proses yang di jalankan.

Hanya karena ingin objek dakwah sampai kepada tahapan yang lebih tinggi, seorang da’i lalu bertindak gegabah dalam meningkatkan tahapannya. Padahal ia belum mempunyai keyakinan dan penerimaan yang sempurna terhadap setiap tahapan yang dilalui.

Ketiga, jalan dakwah Islam harus benar-benar bersih. Bersih seluruh prasyaratnya dari prasangka negatif, bersih seluruh amal Islamnya dari nilai-nilai syubhat, dan tentunya bersih pengembannya dari maksiat. Wallahu’alam

Sabtu, 25 Januari 2014

Fisika Asyik : Memasukan Telur ke Erlenmeyer


Hai Teman-Teman...

Mungkin ada yang ingat gak.. dengan percobaan kita waktu SD dulu, hmm.. ya.. betul sekali..
Kita pernah melakukan praktikum MEMASUKAN TELUR KE BOTOL...
Kalau dulu, kita hanya diajari gimana cara memasukan tanpa tau kenapa sih kok si telur yang segede itu bisa nyemplung ke botol...??

Oke deh, supaya gak penasaran...



Bahan yang diperlukan:
1. telur rebus
2. tabung erlenmeyer
3. bunsen
4. minyak kayu putih
5. tisu
6. kertas
7. korek api

Prosedur Percobaan:

1. Kupas telur rebus
2. Panaskan tabung erlenmeyer dengan bunsen supaya panas merata
3. Basahi tisu dengan sedikit minyak kayu putih
4. Bakar tisu dengan korek api
5. Masukan tisu yang sudah dibakar ke dalam erlemeyer
6. Saat tisu telah masuk, letakan telur rebus sesegera mungkin di mulut erlenmeyer
7. Tunggulah beberapa saat, maka telur akan masuk sedikit demi sedikit


Kenapa hal ini bisa terjadi?

Dalam Fisika, untuk gas ideal berlaku persamaan PV/ T = konstan. Menurut persamaan, apabila suatu zat dipanaskan maka tekanan akan naik, sedangkan bila suhunya menjadi lebih dingin maka tekanan turun.
Baiklah, coba kita perhatikan, tepat sebelum telur diletakan di mulut tabung, terjadi interaksi antara lingkungan dalam erlemeyer dan di luar erlemeyer, sehingga jumlah partikel dalam tabung pasti berubah.
Hal ini tidak sesuai dengan syarat gas ideal dan persamaan tidak berlaku pada sistem ini. Sehingga tekanan dalam erlemeyer lebih rendah dari pada tekanan di luar erlemeyer. Ini menyebabkan telur dapat masuk dari luar erlemeyer ke dalam erlemeyer ( Tekanan lebih ttinggi ke tekanan lebih rendah)


Apa Dampak Positif Bagi Siswa?

Melalui percobaan di atas siswa dididik beberapa sikap:
1. Tanggung jawab : menyelesaikan tugas kelompok untuk memasukan telur
2. Pantang menyerah : siswa tidak menyerah sampai bisa masuk/ waktu berakhir
3. Jujur : tidak boleh mendorong telur ke dalam erlemyer dengan tangan
4. Kerja sama : bekerja sama dengan teman sekelompok
5. Kreatif : siswa harus memikirkan bagaimana supaya telur bisa masuk

Bagaimana Cara Mengeluarkan Telur?

1. Telur dibalik hingga telur menutupi mulut tabung erlenmeyer
2. Tabung erlenmeyer dipanaskan
3. Tunggulah, maka telur akan keluar sedikit demi sedikit

Kenapa Hal Ini Bisa Terjadi?

Pada sistem ini berlaku persamaan PV/T = konstan, karena sistem tertutup. Saat tabung erlenmeyer dipanaskan maka tekanan naik. Sehingga telur berpindah dari erlenmeyer ke luar tabung.



Oke deh teman-teman...
Ternyata keanehan tadi tuh bisa diterangin oleh fisika lo...
Keren kan ya... menyederhanakan keteraturan di alam dalam persamaan sederhana...
Hmmm.. super sekali... ^^

Segala Puji Bagi Allah yang telah menciptakan alam semesta ini dengan design yang luar biasa.... ;-)

sumber :
kuliah
http://users.wpi.edu/~akumar2/phys.html

Materi Olimpiade Astronomi : Spektrum Elektromagnet


Apa kabar temen-temen ?
Ada yang pengen menekuni Astronomi gk nih...
Menurut saya pribadi, Astronomi itu LUAR BIASA... Ilmu yang tanpa kita menyentuh objeknya namun kita mendapatkan begitu banyak informasi... \^^/




di bawah ini ada ppt yang saya gunakan bwt nerangin bab spektrum elektromagnet

Download Materi Olimpiade Astronomi : Spektrum Elektromagnet

Semoga bermanfaat teman-teman ^^

"Karena Ilmu akan lebih berkah dan banyak saat diajarkan"

Jumat, 24 Januari 2014

Cara Mengupload File (ppt, doc, dll) melalui ziddu

Apa kabar teman-teman?
Kini blog sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi kita. Saya akan memberikan sedikit tips untuk mengupload file ke blog anda. Gak terlalu ribed kok....

1. masuklah ke website www.ziddu.com
2. daftarkan diri anda di ziddu, setelah pendaftaran selesai, ziddu akan mengirim message ke alamat email anda
3. bukalah email anda, buka message dari ziddu, klik "verifikasi email" pada message,
4. setelah verifikasi selesai, bukalah akun anda di ziddu
5. upload file sudah bisa dilakukan, klik "upload file" pada tampilan akun ziddu anda
6. klik "browse" untuk memilih file pada PC
7 kilk "upload", dan tunggu hingga proses selesai
8 akan muncul URL contohnya http://www.ziddu.com/download/23549249/HukumKepler.pptx.html
9 kalau URL tidal muncul, klik "My Link" maka akan muncul URL
10 copy URL
11 masuk pada blog anda
12 ketikan kata yang bisa di klik pembaca untuk mendownload, seperti: "Download disini".
13 Blok kata yang sudah anda ketikan
14 Klik "Link" pada blog, paste URL tadi ke kolom yang tersedia
15. OK

Selamat mencoba ya ^^


Materi Olimpiade Astronomi : Hukum Garvitasi Newton dan Hukum Keppler

Bagi adek-adek yang ingin belajar astronomi,
disini tersedia soal-soal hukum gravitasi Newton dan Kepler




 Hukum Kepler 1

Hukum Kepler II


gambar: Kepler



gambar: Newton


Download materi Hukum Gravitasi Newton.ppt
Download soal Hukum Gravitasi Newton dan Kepler

sumber:
kumpulan soal olimpiade astronomi
http://en.wikibooks.org/wiki/General_Astronomy/Kepler%27s_Laws

Materi Olimpiade Astronomi : Magnitudo


Bagi adek-adek yang akan mempersiapkan Olimpiade Astronomi,
bisa download materi magnitudo,




Download magnitudo.ppt

sumber:
materi kuliah
http://astrobob.areavoices.com/tag/magnitude/